Dari Kreativitas Menjadi Kepedulian, Haidi Helena Cengor Raih Juara II Komik Digital KSPAN Kabupaten Buleleng
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMP Katolik Santo Paulus sekaligus menunjukkan bahwa karya digital dapat menjadi media untuk menumbuhkan kepedulian remaja terhadap persoalan kesehatan dan sosial di lingkungan sekitarnya.
Publikasi Santo Paulus
10/26/20265 min read


SMP Katolik Santo Paulus — Kreativitas tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk menuangkan imajinasi, tetapi juga dapat menjadi sarana menyampaikan pesan yang bermakna bagi kehidupan. Hal tersebut ditunjukkan oleh Haidi Helena Cengor, siswa kelas IX SMP Katolik Santo Paulus, yang berhasil meraih Juara II dalam Lomba Komik Digital serangkaian Jambore KSPAN Kabupaten Buleleng tahun 2026. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMP Katolik Santo Paulus sekaligus menunjukkan bahwa karya digital dapat menjadi media untuk menumbuhkan kepedulian remaja terhadap persoalan kesehatan dan sosial di lingkungan sekitarnya.
Lomba Komik Digital tersebut dilaksanakan secara daring pada 6 Oktober 2026 di Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMP Katolik Santo Paulus. Sementara itu, pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dilaksanakan dalam rangkaian Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) SMP Kabupaten Buleleng yang bertempat di Perkemahan Wisma Nangun Kerthi, Pancasari. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengembangkan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Keberhasilan Haidi dalam meraih posisi kedua menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, siswa tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga diharapkan dapat memanfaatkannya untuk menghasilkan karya yang informatif, kreatif, dan memberikan dampak positif. Melalui lomba ini, kemampuan mengolah gagasan menjadi cerita visual menjadi salah satu bentuk keterampilan yang dapat dikembangkan oleh peserta didik.
Lomba Komik Digital KSPAN bukan sekadar ajang untuk menguji kemampuan menggambar atau mengoperasikan perangkat digital. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajak siswa untuk menyampaikan pesan edukatif melalui media yang dekat dengan keseharian remaja. Komik digital memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan ilustrasi, dialog, alur cerita, dan pesan yang dapat dipahami pembaca dengan cara yang lebih komunikatif.
Isu HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba menjadi bagian penting dari edukasi yang perlu terus diperkuat di kalangan remaja. Kedua persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama karena berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, pengetahuan, serta kemampuan generasi muda dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Oleh sebab itu, upaya meningkatkan kesadaran remaja tidak cukup dilakukan melalui penyampaian informasi secara satu arah, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif yang mendorong keterlibatan siswa secara aktif.
Dalam konteks tersebut, komik digital memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengolah informasi menjadi pesan yang lebih menarik dan mudah diterima. Melalui perpaduan gambar dan cerita, isu yang serius dapat disampaikan secara komunikatif tanpa kehilangan makna edukatifnya. Media ini juga dapat membantu membuka ruang percakapan di antara remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan, memahami risiko penyalahgunaan narkoba, serta membangun sikap peduli terhadap diri sendiri dan orang lain.
Edukasi mengenai HIV/AIDS pun perlu disampaikan berdasarkan informasi yang benar, dengan menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV. Pemahaman yang tepat akan membantu remaja bersikap lebih bijaksana, menghargai sesama, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru. Demikian pula, pengetahuan tentang bahaya narkoba perlu disertai kesadaran untuk menjaga diri, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan, dan berani mengambil sikap yang sehat dalam pergaulan.
Melalui kegiatan seperti Lomba Komik Digital KSPAN, siswa diajak untuk melihat bahwa kreativitas memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan karya yang menarik secara visual. Keterampilan digital dapat menjadi sarana untuk menyampaikan informasi, membangun kesadaran, dan mengajak sesama remaja untuk lebih peduli terhadap persoalan yang dihadapi lingkungannya.
Keikutsertaan dalam lomba berbasis digital memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Proses menghasilkan karya menuntut kemampuan mengembangkan ide, menyusun cerita, memilih bentuk penyajian, serta memanfaatkan teknologi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Setiap unsur perlu dipertimbangkan agar pesan yang disampaikan dapat diterima pembaca dengan baik.
Dalam proses tersebut, siswa juga berhadapan dengan tantangan untuk mengelola waktu, memperhatikan ketentuan lomba, dan menyelesaikan karya secara sungguh-sungguh. Pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak selalu diperoleh melalui kegiatan di dalam kelas. Siswa memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam situasi nyata, sekaligus belajar menghadapi tantangan dengan penuh tanggung jawab.
Prestasi yang diraih Haidi Helena Cengor memperlihatkan bahwa ruang pengembangan potensi siswa dapat hadir melalui beragam bidang, termasuk seni visual dan teknologi digital. Kemampuan mengubah gagasan menjadi sebuah karya membutuhkan ketekunan, kecermatan, serta kemauan untuk terus mengembangkan diri. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif ketika penggunaannya diarahkan pada kegiatan yang kreatif dan bermanfaat.
Di sisi lain, lomba semacam ini juga mengingatkan bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh hasil akhir. Kesungguhan dalam mengikuti proses, kemauan untuk belajar, dan keberanian untuk menunjukkan kemampuan merupakan pengalaman berharga bagi perkembangan karakter siswa. Pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya, baik dalam bidang akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Prestasi Haidi Helena Cengor turut mencerminkan semangat pendidikan SMP Katolik Santo Paulus yang mendorong siswa untuk berkembang melalui pembelajaran, pengalaman, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan positif. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk membentuk kebiasaan baik, mengembangkan keterampilan, dan belajar mengambil peran dalam kehidupan sosial.
Semangat tersebut tampak melalui pentingnya ketekunan dalam menyelesaikan tugas, ketelitian dalam mengolah informasi, serta tanggung jawab dalam menghasilkan karya. Dalam sebuah kompetisi, siswa belajar bahwa setiap proses membutuhkan persiapan dan kesungguhan. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri, mengambil keputusan kreatif, dan mempertanggungjawabkan gagasan yang dituangkan dalam karyanya.
Lebih jauh, tema KSPAN memberikan dimensi sosial yang penting bagi proses pendidikan. Siswa tidak hanya belajar menghasilkan karya untuk memenuhi persyaratan lomba, tetapi juga diajak memahami bahwa pengetahuan dan keterampilan dapat digunakan untuk membantu orang lain memperoleh informasi yang benar. Kreativitas dengan demikian menjadi sarana untuk membangun kepedulian, sedangkan keterampilan digital dapat diarahkan untuk mendukung penyebaran pesan yang bertanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat DJTM, yaitu Disiplin, Jujur, Terampil, dan Mandiri, yang menjadi bagian dari School Value SMP Katolik Santo Paulus. Disiplin tercermin dalam kesungguhan menjalani proses dan memenuhi ketentuan kegiatan. Kejujuran menjadi landasan dalam mengolah serta menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. Keterampilan berkembang melalui kemampuan menggabungkan ide, visual, dan teknologi, sedangkan kemandirian tumbuh ketika siswa berani mengembangkan gagasan serta menghasilkan karya melalui upayanya sendiri.
Penerapan nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada lingkungan sekolah. Ketika siswa mampu menggunakan keterampilannya untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat, nilai pendidikan mulai hadir dalam kehidupan masyarakat. Karya kreatif dapat menjadi jembatan antara pengetahuan yang diperoleh di sekolah dan persoalan nyata yang membutuhkan perhatian bersama.
Keberhasilan meraih Juara II dalam Lomba Komik Digital KSPAN Kabupaten Buleleng menjadi salah satu pencapaian yang layak disyukuri oleh SMP Katolik Santo Paulus. Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kesempatan, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar. Bidang seni, literasi, teknologi, maupun kegiatan sosial dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menemukan serta mengasah kemampuan terbaiknya.
Jambore KSPAN Kabupaten Buleleng juga memiliki arti penting sebagai ruang perjumpaan dan pembelajaran bagi siswa. Melalui kegiatan yang mengangkat isu HIV/AIDS dan narkoba, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kepedulian, dan memahami pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan keterampilan digital.
Bagi Haidi, capaian ini dapat menjadi pengalaman berharga untuk terus mengembangkan kemampuan berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan positif. Bagi sekolah, prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus membuka ruang bagi siswa agar berani mencoba, berproses, dan menunjukkan potensi mereka dalam berbagai bidang. Bagi sesama remaja, kegiatan ini juga membawa pesan bahwa kepedulian terhadap persoalan sosial dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk melalui karya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, prestasi dalam sebuah perlombaan tidak hanya diukur dari posisi yang berhasil diraih, tetapi juga dari nilai dan pengalaman yang menyertainya. Karya digital yang lahir dari kreativitas siswa dapat menjadi sarana edukasi, sedangkan proses di baliknya dapat menumbuhkan ketekunan, tanggung jawab, dan kemandirian. Ketika kemampuan tersebut diarahkan untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat, siswa tidak hanya berkembang sebagai individu yang terampil, tetapi juga sebagai bagian dari generasi muda yang peduli terhadap sesama.
SMP Katolik Santo Paulus menyambut pencapaian Haidi Helena Cengor sebagai kabar membanggakan sekaligus dorongan untuk terus mengembangkan potensi peserta didik. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak karya kreatif yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dari sebuah komik digital, tumbuh pesan bahwa kreativitas dapat membuka jalan bagi pengetahuan, dan pengetahuan dapat menumbuhkan kepedulian.
SMP Katolik Santo Paulus - Karakter Kuat, Prestasi Hebat
M E D I A S O S I A L
H U B U N G I K A M I
Jl. Kartini No. 3, Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali
Senin - Jumat: 07.00 - 15.00 WITA
© 2026 SMP Katolik Santo Paulus Singaraja-Membentuk pemimpin masa depan dengan literasi digital dan karakter lokal.
RUANG TUMBUH GENERASI ADAPTIF
